Kasir BRILink: Cara Mencatat Transaksi, Fee, dan Saldo Agen
Panduan kasir BRILink untuk mencatat transaksi dengan cepat, menjaga saldo laci dan bank tetap sinkron, serta mengurangi selisih saat tutup kas.
Kasir BRILink menghadapi transaksi yang bentuknya berbeda-beda: ada uang tunai masuk, uang tunai keluar, saldo bank berkurang, atau biaya admin provider yang perlu dipisahkan. Kesalahan biasanya terjadi ketika semua transaksi dicatat sebagai pemasukan atau pengeluaran biasa.
Bedakan nominal transaksi dan profit
Nominal yang diproses untuk pelanggan tidak selalu sama dengan profit agen. Profit biasanya berasal dari biaya layanan atau fee setelah dikurangi biaya dari provider. Karena itu, kasir perlu mengisi nominal transaksi dan biaya admin pada kolom yang tepat.
Contoh alur tarik tunai
- Pilih tipe transaksi tarik tunai.
- Pilih laci sebagai akun kas yang mengeluarkan uang.
- Pilih bank atau EDC sebagai kanal yang menerima nominal transaksi.
- Isi nominal dan biaya layanan pelanggan.
- Isi biaya admin provider bila memang ada potongan dari saldo agen.
- Periksa ringkasan pelanggan menerima dan profit bersih sebelum menyimpan.
Rutinitas kasir saat pergantian shift
- Hitung uang fisik berdasarkan akun kas, bukan berdasarkan perkiraan.
- Catat setoran atau transfer antar-akun sebagai perpindahan saldo.
- Cocokkan mutasi bank dengan transaksi yang sudah disimpan.
- Serahkan saldo dan catatan selisih kepada kasir berikutnya.
Perlukah memakai aplikasi kasir?
Jika transaksi harian masih sedikit, tabel sederhana mungkin cukup. Ketika loket mulai ramai atau ada beberapa operator, aplikasi kasir BRILink membantu mengurangi input ganda dan mempercepat pencarian histori.
Pastikan setiap kasir memahami arti akun kas, fee, dan biaya admin. Aplikasi yang baik tetap membutuhkan prosedur kerja yang konsisten.