Cara Mengelola Loket PPOB dan BRILink agar Kas Tidak Selisih

Gabungkan layanan loket PPOB dan BRILink dengan pencatatan kas yang terpisah agar saldo, biaya admin, dan keuntungan mudah dipantau.

Oleh Tim Agen Cerdas

Loket PPOB dan BRILink sama-sama membutuhkan saldo operasional, tetapi alur dan biaya tiap provider bisa berbeda. Jika semua transaksi dimasukkan ke satu catatan tanpa kategori, saldo terlihat ramai tetapi profit sulit dijelaskan.

Pisahkan tiga hal dalam pembukuan

  1. Nominal tagihan atau transaksi: uang yang diproses untuk pelanggan.
  2. Biaya layanan: biaya yang dibayar pelanggan kepada loket.
  3. Biaya provider: potongan dari saldo loket yang mengurangi profit.

Gunakan akun kas sesuai sumber dana

Gunakan akun terpisah untuk laci, rekening bank, dan saldo provider jika memang saldo tersebut dikelola berbeda. Saat melakukan top up atau transfer saldo, catat sebagai perpindahan antar-akun agar total aset tidak dihitung sebagai pendapatan.

Rekapan tutup loket

  • Hitung uang tunai di laci.
  • Cek saldo pada aplikasi provider dan bank.
  • Bandingkan transaksi sukses dengan mutasi saldo.
  • Catat transaksi pending atau gagal untuk ditindaklanjuti.
  • Hitung profit setelah seluruh biaya provider diperhitungkan.

Kesalahan yang perlu dihindari

Jangan memasukkan top up sebagai pendapatan, jangan mencatat biaya admin provider sebagai fee pelanggan, dan jangan mengubah tanggal transaksi hanya agar rekap terlihat seimbang. Lebih baik beri catatan koreksi agar histori tetap dapat ditelusuri.